Minggu, 27 April 2014

Dibalik Misteri "Fur Elise" karya Bethoven

Dibalik Misteri "Fur Elise" Karya Musisi Ternama, Ludwig Van Beethoven

 Tidak banyak musik-musik klasik yang mampu membuat para pendengarnya terlena akan kesyahduan lagu tersebut. Seiring berkembangnya industri musik , mungkin musik klasik kalah populer jika dibandingkan dengan musik pop,rock,jazz dll. Namun di antaranya, saya sangat meyakini Fur Elise adalah salah satu lagu yang sangat banyak dicintai oleh sejumlah kalangan karena keindahan nada-nada lagunya termask saya. Komposisi lagu ini begitu terkenal berkat nada awalnya yang begitu melegenda yang ditulis oleh seorang komponis besar Ludwig van Beethoven yang tuna rungu, Fur Elise adalah komposisi musik yang luar biasa bagi saya pribadi.



Dibalik kepopuleran lagu tersebut banyak kisah yang tersimpan di dalamnya. Muncul banyak pertanyaan akan siapa sebenarnya sosok Elise yg dijadikan judul utama oleh Beethoven ini,apakah dia seseorang yang begitu spesial sehingga membuat Beethoven mengabadikan namanya ke dalam sebuah alunan nada yg begitu indah.

Fur Elise dimulai dengan nada-nada yang lembut, mengalun, melenakan di bagian pertama kemudian terpecah menjadi progresi yang mengejutkan dan tak terduga di bagian kedua dan ketiga kemudian akhirnya diakhiri kembali di tema pertama setelah melalui tema ketiga. 

Pertanyaan yang sangat menarik tentu saja untuk mengetahui siapa Elise dalam komposisi ini. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa Elise adalah kekeliruan — seharusnya adalah Fur Therese – karena buruknya tulisan tangan Beethoven. Parapeneliti Beethoven tidak tahu siapa sebenarnya Elise yang dimaksud. Teori yang terkenal mengatakan bahwa pada mulanya karya tersebut berjudul “Für Therese”. Therese yang dimaksud adalah Therese Malfatti von Rohrenbach zu Dezza (1792-1851), wanita yang ingin dinikahi Beethoven tahun 1810. Sayangnya, ia menikahi pria lain sebelum Beethoven menyatakan perasaan cinta kepadanya. Ia adalah puteri dari saudagar dari Wina, Jacob Malfatti von Rohrenbach (1769-1829). Sampai masa meninggalnya, Beethoven tidak pernah menikah dengan wanita lain. Ketika karya tersebut dipublikasikan tahun 1865, penemunya, Ludwig Nohl, salah menyalin judulnya sehingga menjadi “Für Elise”. Autographnya hilang.

Melodi pembuka Fur Elise yang terkenal menjadi petunjuk inisial wanita yang dicintai Beethoven. Melodinya dimulai dengan nada E - D# - E, atau enharmoninya E - E - E, dibaca E - Es - E, huruf yang menjadi nada lagu dari nama ThErESE atau bahkan EliSE.

Pada tahun 2009 seorang peneliti Beethoven bernama Klaus Martin Kopitz membuat klaim bahwa "Elise" mungkin adalah julukan bagi penyanyi opera yang bernama Elisabeth Röckel seorang komposer yang bertemu dengan Beethoven beberapa tahun sebelum komposisi ini diciptakan. Dikisahkan bahwa Rockel sangat menikmati persahabatannya dengan Beethoven namun kemudian dia menikah dengan teman sekaligus saingan Beethoven yakni Johann Hummel Nepomuk. Ia menemukan sejumlah catatan di St Stephen's Cathedral di Vienna, menyatakan bahwa Röckel memang mungkin telah dikenal sebagai "Elise" setidaknya di kalangan masyarakat Wina. Menurut Kopitz, catatan yang tertera di gereja pada saat pembaptisan anak pertama Röckel pada tahun 1814 sang anak diberi nama Maria Eva Elise.


Dalam teori lain dijelaskan bahwa nama Elise sendiri digunakan sebagai sebuah istilah umum untuk pengganti kata "Sayang", jadi bisa disebutkan bahwa nama Elise digunakan sebagai panggilan sayang oleh sebagian orang termasuk digunakan pula oleh Beethoven. Namun ternyata hal ini tidak di dukung klaim yang membebenarkan teori ini, sejarah dedikasi seorang Beethoven dikatakan tidak membuktikan bahwa dia seorang yang romantis yang menggunakan istilah-istilah seperti ini. Apakah Elise adalah sebuah kesalahan atau tidak belum diketahui sampai saat ini, atau ia dikenal sebagai seorang wanita yang membuat Beethoven terinspirasi untuk membuat karya fenomenal ini.


Andai tulisan itu memang benar Elise, bukan Therese, atau ternyata Elise itu benar seorang Therese, atau bahkan teori baru mengenai siapa Elise itu adalah sebuah kebenaran yang sesungguhnya, Elise akan selalu menjadi misteri yang akan menghidupkan imajinasi para penikmat musik klasik.

Bahkan saat lagu itu didengarkan dan memainkan bagian pertama Fur Elise, saya bisa membayangkan seorang wanita cantik bernama Elisa yang begitu mempesona laki-laki. Ketika bagian akhir dimainkan, terbayang sebuah kesedihan dari sebuah kisah cinta yang tak terbalas, sebuah kesedihan yang memadamkan sebuah harapan akan cinta yang bersambut, dan cinta itu berakhir dalam sebuah kesedihan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar